Pada dasarnya, VoIP merupakan teknologi yang memungkinkan panggilan telepon dengan menggunakan jaringan komputer dan Internet (menggunakan jalur data). VoIP akan mengkonversikan sinyal suara menjadi sinyal digital (Analog-to Digital atau A/D) untuk ditransmisikan menggunakan jalur data, seperti Internet. Selanjutnya, sinyal digital ini akan diubah kembali menjadi sinyal analog agar bisa didengar oleh penerima. Penggunaan jalur data mengharuskan Anda untuk memiliki bandwidth yang cukup dan stabil. Bandwidth yang dipakai oleh VoIP ini sendiri tidak terlalu besar (tergantung tingkat kompresi). Suara yang terputus-putus atau banyak noise menandakan koneksi yang kurang baik. Teknologi VoIP bukanlah merupakan barang baru. Secara tidak sadar, pengguna komputer rasanya sudah sering menggunakan teknologi ini. Berbagai program instant messengger sudah menyediakan layanan video plus komunikasi suara dengan sesama pengguna instant messenger tersebut. Sayangnya, software tersebut membutuhkan PC dengan software. Anda tidak bisa melakukan panggilan ke telepon analog biasa, kecuali dengan membeli semacam voucher. Teknologi VoIP semakin marak digunakan, tetapi masih sedikit teknik keamanan yang digunakan untuk melindungi data yang dikirim. Data yang lewat pada suatu jaringan dapat disalah gunakan (abuse), dapat dibajak isi data tersebut (sniffing), dan dapat dialihkan ketujuan yang salah (Denial of Services). Ada beberapa cara untuk mengamankan komunikasi data VoIP, antara lain: dengan megamankan jalur yang digunakan pengguna untuk melakukan komunikasi VoIP dengan menggunakan metode VPN, dan dapat dilakukan suatu metode kriptografi pada aplikasi VoIP tersebut sehingga data yang dikirimkan dapat dilindungi dengan baik, VPNError! Reference source not found. adalah teknik pengamanan jaringan yang cara kerjanya membangun sebuah tunnel dari router ke router dan bahkan dari end user ke end user. Pada eksperimen ini digunakan 2 teknik VPN yaitu IPSecError! Reference source not found. dan CIPEError! Reference source not found.. Metode pengamanan lain yang digunakan adalah kriptografi. Dimana digunakan teknik enkripsi simetris untuk membuat data suara menjadi chipertext sehingga data tersebut hanya dapat dibuka dengan menggunakan key. Pada eksperimen ini digunakan 3 metode kriptogafi yaitu DESError! Reference source not found., AESError! Reference source not found., dan BlowfishError! Reference source not found.. Dengan menggunakan metode VPN dan Kriptografi terjadi korelasi terhadap bandwidth dan intelligibility suara, dimana pada eksperimen ini telah dicoba suatu pengaturan bandwidth dimana berpengaruh terhadap delay dari suara. |
Hehehe... Nambah Ilmu Bang!